![]() |
Menurut Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, keberhasilan tersebut menunjukkan kewaspadaan prajurit dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah perbatasan negara.
Dansatgas menjelaskan bahwa, menurut krinologi, kegagalan tersebut berhasil dilakukan karena personel jaga mencurigai ada kendaraan yang bergerak dari Timor Leste menuju jalur ilegal. Danpos Turiscain segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan anggota Tim Satgas Intel Kodam IX/Udayana untuk melakukan inspeksi di lokasi.
Petugas menemukan sejumlah pelaku tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia ketika mereka tiba di sekitar Sungai Malibaka. Para pelaku langsung melarikan diri saat menyadari kehadiran polisi dan meninggalkan barang bukti di lokasi.
Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad berhasil mendapatkan 47 karung beras berukuran 20 kg. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Atafufu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ada kemungkinan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebiasaan penyelundupan lintas batas yang memanfaatkan jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan dari aparat.
Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan dan patroli yang lebih intensif di wilayah perbatasan untuk mencegah segala bentuk tindakan ilegal.
Selain itu, ia mengimbau orang untuk menghindari tindakan ilegal, terutama penyelundupan barang melalui jalur tidak resmi.
Dia tegas mengatakan, "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri."



FOLLOW THE dilipost.com AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow dilipost.com on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram