Operasi Yonarmed 12 Kostrad Amankan 47 Sak Beras Ilegal dari Timor Leste - dilipost.com
ADVERTISEMENT

Wednesday, 15 April 2026

Operasi Yonarmed 12 Kostrad Amankan 47 Sak Beras Ilegal dari Timor Leste

Operasi Yonarmed 12 Kostrad Amankan 47 Sak Beras Ilegal dari  Timor Leste

 

Atambua, dilipost.com – Upaya penyelundupan 47 karung beras merek Columbia dari Timor Leste melalui jalur tidak resmi di wilayah perbatasan telah digagalkan oleh Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad. Tempat kejadian adalah di sekitar Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, di bawah pengawasan Pos Turiscain Kompi II Satgas.

Menurut Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, keberhasilan tersebut menunjukkan kewaspadaan prajurit dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah perbatasan negara.

Dansatgas menjelaskan bahwa, menurut krinologi, kegagalan tersebut berhasil dilakukan karena personel jaga mencurigai ada kendaraan yang bergerak dari Timor Leste menuju jalur ilegal. Danpos Turiscain segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan anggota Tim Satgas Intel Kodam IX/Udayana untuk melakukan inspeksi di lokasi.

 Petugas menemukan sejumlah pelaku tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia ketika mereka tiba di sekitar Sungai Malibaka. Para pelaku langsung melarikan diri saat menyadari kehadiran polisi dan meninggalkan barang bukti di lokasi.

Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad berhasil mendapatkan 47 karung beras berukuran 20 kg. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Atafufu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ada kemungkinan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebiasaan penyelundupan lintas batas yang memanfaatkan jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan dari aparat. 

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan dan patroli yang lebih intensif di wilayah perbatasan untuk mencegah segala bentuk tindakan ilegal.

Selain itu, ia mengimbau orang untuk menghindari tindakan ilegal, terutama penyelundupan barang melalui jalur tidak resmi.

Dia tegas mengatakan, "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri."

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology