![]() |
| Duta Besar Republik IndonesiaOkto Dorinus Manik bersa Instri (Spesial) |
DILIPOST.COM – Okto Dorinus Manik, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, segera mengakhiri jabatannya di Dili.
Dubes Okto Manik secara resmi menyampaikan salam perpisahan kepada para peserta Resepsi Diplomatik untuk memperingati 80 tahun Kemerdekaan Indonesia di Gedung Multifungsi GMN Bebora Dili. Presiden Republik José Ramos-Horta juga hadir di acara tersebut.
Dalam sambutannya, Dubes Okto Manik menyatakan bahwa bertugas di Dili telah menjadi salah satu waktu yang paling penting dalam karir diplomatiknya, dan dia merasa terhormat dapat melakukannya.
Di hadapan tamu undangan, dia menyatakan, "Saya berdiri di sini dengan kehormatan yang mendalam atas kesempatan untuk melayani sebagai Duta Besar Indonesia di Dili."
Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, menerima apresiasinya.
Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão, dua negarawan, memiliki kehormatan untuk mengepalai tugas ini.
"Kepemimpinan Anda tidak hanya membimbing bangsa ini tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antara Indonesia dan Timor-Leste."
"Waktu saya di sini penuh dengan sejarah," kata Dubes Okto. Saya bersyukur dapat melihat banyak tonggak penting di Timor-Leste.
Salah satu peristiwa paling penting yang pernah saya saksikan, "Saya berada di sini ketika Yang Mulia Paus Fransiskus melakukan kunjungan suci." Semua orang merasakan ketenangan dan kebahagiaan.
Dubes Okto juga menyatakan bahwa penunjukan kardinal pertama di Timor-Leste adalah peristiwa penting.
“Saya juga menyaksikan penunjukan Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva dengan bangga, sebuah kebanggaan besar bagi bangsa ini,” katanya.
Selain itu, ia melihat kemajuan di bidang diplomasi dan ekonomi Timor-Leste.
Dia menyatakan, "Saya melihat perjalanan bangsa ini dari aksesi ke Organisasi Perdagangan Dunia hingga peta jalan menuju keanggotaan penuh ASEAN."
Diplomat tersebut mengatakan bahwa menyaksikan Timor-Leste membuka dirinya kepada dunia adalah kehormatan besar.
Puncak karier saya adalah menyaksikan pertumbuhan negara ini dan membuka pintu kepada dunia. Dia menyatakan bahwa kata-kata tidak dapat mengukur kedalaman hubungan bilateral kita.
Selain itu, Okto Dorinus Manik berbagi pengalaman pribadinya selama menetap di Timor-Leste.
Kami datang dengan misi diplomatik ketika pertama kali tiba, tetapi apa yang kami dapatkan di sini jauh lebih personal. Dia mengatakan, "Kami menemukan persahabatan, kehangatan, dan komunitas yang menyambut kami dengan baik."
Ia menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendukungnya, kebaikan dan membuat misi diplomatiknya di Timor-Leste menjadi kenangan. Dia juga menyatakan bahwa dia menyukai semangat Timor-Leste. “Izinkan saya mengutip satu hal, Together we are strong "Bersama kita kuat." Tutupnya.
Presiden José Ramos-Horta berterima kasih kepada Dubes Okto Dorinus atas dedikasinya selama menjalankan tugasnya sebagai diplomat di Timor-Leste. Dia telah meningkatkan hubungan kedua negara dan mencapai banyak kemajuan, seperti peningkatan kerja sama strategis, pendidikan, keamanan, dan perdagangan.
"Saya ingin mengungkapkan apresiasi mendalam saya atas dedikasi, eneregi, dan kebijaksanaan yang Anda tunjukkan dalam memperkuat persahabatan antara kedua negara.
"Karya Anda memberi kontribusi luar biasa di seluruh bidang kerja sama kita."
Selain itu, Ramos-Horta mengatakan bahwa kepergian Dubes Manik meninggalkan
"jejak yang tidak terlupakan" dalam hubungan kedua negara, dan dia berharap Presiden Indonesia Prabowo Subianto mempertimbangkan untuk memperpanjang masa tugasnya. (red)


FOLLOW THE dilipost.com AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow dilipost.com on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram