dilipost.com
ADVERTISEMENT

Headlines News

Ads

Ekonomi

Video

Monday, 7 September 2026

Peraih Medali SEA Games, Mantan Atlet Timor-Leste Raih Gelar Magister dari Unitomo


FOTO: VIVA Jatim

DILIPOST.COM - Ketika seorang atlet meninggalkan arena pertandingan, perjuangan membawa nama negara tidak selalu berakhir. Bagi Imbrolia Amorin, perjuangan terus berlanjut melalui pendidikan dan menjadi pekerja pemerintah.

 

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, mantan atlet Taekwondo berprestasi itu memperoleh gelar Magister Manajemen.

 

Imbrolia adalah salah satu atlet yang telah mencatat sejarah olahraga Timor-Leste. Pada SEA Games Filipina 2019, dia menerima medali pertama dari cabang Taekwondo untuk negaranya.

 

Perempuan tersebut melanjutkan aktivitasnya di masyarakat setelah mengakhiri karier atletiknya. Selama pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, ia aktif di berbagai kementerian dan Komite Olimpiade Nasional Timor-Leste.

 

Imbrolia belajar dari pengalaman tersebut bahwa pengalaman nyata saja tidak cukup untuk membawa perubahan dalam organisasi pemerintahan.

 

Imbrolia menekankan bahwa “menjadi profesional tidak hanya bergantung pada pengalaman di lapangan. Kita juga perlu memahami organisasi secara sistematis agar setiap kebijakan berbasis analisis, bukan sekadar asumsi”.

 

Perjalanan Imbrolia ke magister di Unitomo tidak selalu berjalan dengan lancar. Ia harus menunda pengerjaan tesis hingga awal 2026 karena ia akan melahirkan anak pertamanya.

 

Karena keadaan ini, dia harus pulih dan menyesuaikan kembali jadwal penelitian dan komunikasi dengan dosen pembimbing.

 

Namun, Imbrolia tidak menganggap situasi tersebut sebagai kegagalan; justru dari proses itu, dia belajar tentang pentingnya kemampuan beradaptasi saat menghadapi perubahan dalam kehidupan.

 

Menurutnya, "Selesai studi itu bukan tentang secepat apa kita mencapai garis finis, melainkan bagaimana kita terus melangkah saat situasi berubah."

 

Imbrolia mendiskusikan masalah manajemen sumber daya manusia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste dalam tesisnya.

 

Dengan loyalitas sebagai variabel, penelitian ini menyelidiki pengaruh kepuasan kerja, kompensasi, dan motivasi terhadap kinerja karyawan.

 

Pemilihan topik tidak terpengaruh oleh pengalaman Imbrolia selama bekerja di pemerintahan. Ia ingin meningkatkan sistem kelembagaan negaranya dengan menggunakan pengetahuan yang dia pelajari di kelas.

 

Selain itu, gelar magister memiliki arti personal. Anggota keluarga pertama Ambrolia berhasil menyelesaikan sekolah hingga S2. Halaman Selanjutnya

 

Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang dia peroleh selama kuliah di Surabaya dapat digunakan untuk memperbaiki birokrasi Timor-Leste lebih dari sekedar prestasi akademik.

 

Perjalanan Imbrolia menunjukkan bahwa semangat persaingan dalam bidang olahraga dapat diteruskan ke bidang lain. Jika sebelumnya ia berjuang untuk membawa nama Timor-Leste melalui Taekwondo, sekarang ia berjuang melalui ilmu pengetahuan dan memperkuat sistem pemerintahan.

 

Kisah Imbrolia menjadi bagian dari Wisuda Universitas Dr. Soetomo Surabaya, yang berlangsung Minggu, 6 September 2026, di Dyandra Convention Center Surabaya. Kegiatan ini dipimpin oleh Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH, MH, dan mewisuda 1.059 mahasiswa dari program diploma, sarjana, magister, dan doktor.

 

Dalam sambutannya, Siti Marwiyah mengingatkan para lulusan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh selama kuliah baru akan menjadi bagian dari bekal mereka untuk menghadapi masyarakat dan dunia kerja.

 

Sebagian kecil dari kebutuhan masyarakat untuk hidup adalah pendidikan di kampus. Selama Anda dikandung badan, Anda harus terus belajar. Lulusan S1 dapat melanjutkan ke S2, dan lulusan S2 dapat melanjutkan ke S3. Menurut Guru Besar Bidang Hukum Tata Negara, "Tidak perlu jauh-jauh karena di Unitomo sudah tersedia."

 

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM, juga menyampaikan pesan agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja.

 

Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini membutuhkan pola pikir yang lebih luas dari para lulusan, dan dia mengapresiasi komitmen Unitomo dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

"Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat."

 

Selain itu, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek RI, yang hadir di wisuda, mengapresiasi kualitas lulusan Unitomo.

 

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus mempertahankan standar dan berinovasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif di tengah persaingan global.

 

Badri menegaskan bahwa perguruan tinggi harus terus berinovasi dalam memperkuat kelembagaan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Kami mengapresiasi Unitomo yang tetap konsisten menjaga kualitas pendidikan tinggi sehingga lulusannya siap berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional di era transformasi digital ini.

Tuesday, 1 September 2026

Bupati Belu Menerima Undangan Kejuaraan Off-Road Internasional Timor Leste–NTT 20


FOTO: RRI/EGI ARAUJO

BELU, DILIPOST.COM - Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, Pada Selasa, 1 September 2026, menerima kunjungan dari Daniel Sword Gusmao, Presiden Komite Penyelenggaraan Kompetisi Off-Road Internasional Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur 2026, bersama dengan Wakil Presiden Komite Penyelenggaraan, Delilah Rosa Maria Beli Lopes, dan rombongan, di Kantor Bupati Belu.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengirimkan undangan kepada Bupati Belu dan Tim Off-Road Kabupaten Belu untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Off-Road Internasional Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur 2026.

Di Dolok Oan, Timor Leste, dari 12 hingga 13 September 2026, akan ada kompetisi internasional yang akan mengumpulkan pegiat olahraga otomotif dari Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur.

Setelah kompetisi berakhir, acara akan dilanjutkan dengan Gala Dinner bersama sebagai bagian dari rantai persahabatan dan kebersamaan antara penyelenggara dan peserta.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyambut baik undangan ini dan memuji panitia penyelenggara.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas undangannya. Bupati Willy Lay menyatakan bahwa dia akan menghadiri acara tersebut bersama tim dari Kabupaten Belu karena ini merupakan ajang persahabatan yang terus terjalin di perbatasan.

Diharapkan bahwa keterlibatan Tim Off-Road Belu akan memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di ajang otomotif internasional serta mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara orang Belu dan Timor Leste.

Selain itu, acara internasional Off-Road Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur 2026 bertujuan untuk memupuk persaudaraan di antara negara melalui olahraga dan kebersamaan. (red/dp/*)

Sunday, 30 August 2026

UNHAS Akan Menganugerahi Gelar Doktor Kepada Xanana Gusmão


UNHAS Akan Menganugerahi Gelar Doktor Kepada Xanana Gusmão (Foto: dilipost.com)

DILIPOST.COM - Peristiwa besar akan berlangsung pada 5 September 2026 di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin. Kay Rala Xanana Gusmão akan menjadi perwakilan dari siswa Unhas.

 

Dia tidak berdiri sebagai Perdana Menteri Timor-Leste atau orang penting di Asia Tenggara, tetapi sebagai seseorang yang dihormati di Universitas Hasanuddin.

 

Unhas akan memberikan gelar Doktor Kehormatan kepadanya hari itu. Xanana dijadwalkan menyampaikan pidato ilmiah bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebelum Rektor Unhas menyerahkan ijazah.

 

Pilihan Unhas untuk Xanana memiliki sesuatu yang menarik. Universitas menemukan pengetahuan dalam perjalanan hidup seseorang, dan jika gelar akademik biasanya diperoleh melalui ruang kuliah, penelitian, dan disertasi, maka gelar kehormatan diberikan.

 

Ruang kuliah itu adalah sejarah bagi Xanana. Ia mengalami kolonialisme, perlawanan, penjara, diplomasi, kemerdekaan, dan kemudian pemerintahan. Perjalanannya menunjukkan bahwa politik bukan hanya tentang mengambil kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah negara yang hancur belajar berdiri dan membangun masa depan.

 

Oleh karenanya, penganugerahan ini lebih dari sekadar upacara akademik. Tidak hanya universitas yang memberikan gelar Honoris Causa, tetapi juga individu yang menerimanya.

 

Universitas menunjukkan bahwa perjalanan, pemikiran, dan pengabdian seseorang layak diwariskan ketika memilih seseorang untuk penghargaan akademik tertinggi.

 

Xanana akan memasuki jejak panjang itu

 

Presiden ketika Soekarno memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Unhas pada tahun 1963, ketika

 

Dia masih sangat muda, atas kontribusinya dalam hubungan internasional, termasuk perjuangannya untuk mengembalikan Irian Barat.

 

Setahun kemudian, Chaerul Saleh mendapat penghormatan di bidang sosiologi, dan Mohammad Hatta mendapat penghormatan di bidang ekonomi dan koperasi.

 

Sebagaimana ditunjukkan oleh nama-nama, Unhas sejak awal melihat universitas sebagai bagian dari perjuangan bangsanya. Pengetahuan tidak hanya dipelajari di kampus; itu berasal dari tindakan, keputusan, perjuangan, dan pergulatan manusia dengan zamannya.

 

Pada tahun 2005, Nelson Mandela, seorang figur terkenal di seluruh dunia, muncul. Hidup Nelson Mandela telah berubah menjadi pengalaman kemanusiaan yang luar biasa. Ia berjuang melawan apartheid, menjalani bertahun-tahun dalam penjara, dan akhirnya keluar dari penjara karena ingin rekonsiliasi dengan Afrika Selatan daripada pembalasan.

 

Setahun kemudian, B.J. Habibie menerima penghormatan yang sama. Jika Mandela membawa pesan perdamaian, Habibie membawa keyakinan pada kemampuan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain dalam hal teknologi, ilmu pengetahuan, dan kemampuan manusia.

 

Pada tahun 2007, Unhas memberikan gelar kehormatan kepada Najib Tun Abdul Razak—saat itu Wakil Perdana Menteri Malaysia dan kemudian Perdana Menteri ke-6 Malaysia—karena hubungan sejarahnya dengan Sulawesi Selatan.

 

Darah Bugis yang mengalir dari garis keturunannya merupakan bagian dari sejarah migrasi orang Bugis ke Semenanjung Melayu. Seorang pemimpin Malaysia melakukan perjalanan ke Makassar, kota tempat sebagian besar leluhurnya berasal, sehingga kunjungannya memiliki unsur budaya.

 

Kisah Najib mengingatkan kita pada hubungan lama Sulawesi Selatan dengan dunia Melayu.

 

Kemudian ada Muhammad Jusuf Kalla di bidang ekonomi, politik, dan perdamaian; Harifin A. Tumpa di bidang hukum, peradilan, dan hak asasi manusia; dan Bruce Alberts, seorang ilmuwan global, di bidang sains, pendidikan, dan diplomasi ilmu pengetahuan.

 

Ketika nama disusun dalam satu garis panjang, itu disebut pola. Unhas tidak hanya memberikan penghargaan kepada mereka yang menghasilkan informasi, tetapi juga kepada mereka yang menggunakan informasi tersebut sepanjang hidup mereka.

 

Ini adalah tempat Xanana menemukan dirinya sendiri.

 

Meskipun keduanya berasal dari garis keturunan yang berbeda, Mandela meninggalkan kesan pada perjalanan Xanana. Mereka keduanya mengalami kesulitan dan menjalani hukuman penjara. Kemudian mereka menuju pusat kekuasaan dari ruang perlawanan.

 

Pertanyaan tentang bagaimana membangun sebuah negara setelah konflik berakhir lebih rumit daripada menentukan kemenangan dalam perang.

 

Perjuangan mungkin memiliki musuh yang jelas. Membangun perdamaian tidak semudah yang terlihat. Memori, trauma, kepentingan politik, kemiskinan, harapan masyarakat, dan bahkan lawan politik semuanya harus dihadapi. Rekonsiliasi membutuhkan berbagai generasi untuk dicapai, meskipun kemenangan dapat diumumkan dalam beberapa hari.

 

Xanana akrab dengan dunia seperti itu.

 

 

Bapak Xanana Gusmao dan temana-teman Tahanan Politik/ Spesial

Selain itu, lokasi kampus Unhas yang unik adalah menghadap laut Asia Tenggara selama berabad-abad. Dari Makassar, orang, kapal, perdagangan, dan gagasan bergerak ke Semenanjung Melayu, Maluku, Nusa Tenggara, dan Timor.

 

Orang Bugis menyeberangi laut untuk menjadi bagian dari sejarah Malaysia, menurut cerita Najib. Xanana sekarang memiliki pengalaman perjalanan di seluruh negeri karena berasal dari Timor.

 

Universitas adalah tempat yang ideal untuk berbagi pengalaman ini dengan generasi berikutnya.

 

Mahasiswa yang melihat Xanana mengenakan toga kehormatan mungkin mengetahuinya dari buku sejarah. Banyak dari mereka tidak ada saat perjuangan untuk kemerdekaan Timor-Leste berlangsung. Namun, secara visual, sejarah tetap hidup.

 

Gelar kehormatan menjadi penting di sini karena ia bukan hanya menambah nama seseorang. Menurut universitas, perpustakaan tidak menyimpan semua informasi.

 

Sebagiannya ada dalam kehidupan manusia, seperti keberanian untuk membuat keputusan, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, kegagalan, berdamai, dan kemampuan untuk melihat ke depan setelah masa lalu yang sulit.

 

Pada 5 September, di Baruga AP Pettarani, Xanana berdiri untuk menyampaikan orasi ilmiahnya dan promotor Prof. Hafid Abbas membacakan pertimbangan akademik.

 

Ada pertemuan antar generasi. Generasi yang telah mengalami masa lalu bertemu dengan generasi yang akan menulis masa depan.

 

Mungkin tujuan terbesar dari gelar kehormatan bukanlah untuk meningkatkan martabat orang yang menerimanya. Dengan cara yang sama seperti Soekarno, Hatta, Mandela, dan Habibie, Xanana juga memiliki tempatnya sendiri dalam sejarah.

 

Universitas, sebaliknya, mengundang sejarah untuk masuk ke kampus agar kenangan lama tidak hanya menjadi kenangan tetapi berubah menjadi pengetahuan. (red/dp)

Nah Itu Dia!!!

Teknologi

International

Entertainment


Opini

Lifestyle


Travel

Politik


Olahraga

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology