dilipost.com
ADVERTISEMENT

Headlines News

Ads

Ekonomi

Video

Friday, 23 January 2026

Bandara El Tari Siap Dibuka Rute Penerbangan dari Timor Leste, Australia, dan Malaysia

 

Kupang -  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana untuk membuka rute internasional penting ke Darwin (Australia), Malaysia, dan Timor Leste. Negara-negara ini dianggap memiliki potensi pasar yang besar dan kebutuhan mobilitas yang tinggi, termasuk bagi pekerja migran dari NTT.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Melki saat menghadiri Rapat Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang di Ruang Rapat Bolelebo di Bandara El Tari, Kupang pada Senin, 19 Januari 2026.

Gubernur Melki menyatakan bahwa pembukaan jalur internasional akan membantu pembentukan jalur resmi pekerja migran, meningkatkan pengawasan pemerintah, dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.

Gubernur menyatakan bahwa reaktivasi Bandara El Tari merupakan bagian dari rencana besar untuk menjadikan Kupang sebagai simpul transportasi udara dan laut di kawasan Timur Indonesia.

Gubernur menyatakan bahwa pemerintah Provinsi NTT berharap semua persiapan teknis dan administratif selesai pada akhir Januari 2026. Dia menambahkan, "Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penerbangan internasional, penguatan layanan pekerja migran, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas NTT."

Gubernur Melki juga meminta operator kargo dan maskapai penerbangan untuk memulai penerbangan internasional perdana segera setelah bandara resmi dibuka, sehingga tidak ada jeda operasional yang terlalu lama.

“Reaktivasi Bandara El Tari sebagai bandara internasional merupakan agenda strategis Pemerintah Provinsi NTT yang harus dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektor," kata Gubernur Melki.

“Pada intinya kita harus bergerak bersama untuk memastikan penerbangan internasional ini bisa segera beroperasi dalam waktu dekat," imbuhnya.

Gubernur berharap semua orang melakukan apa yang mereka harus lakukan sesuai kapasitas mereka dan bergerak maju menuju tujuan penerbangan internasional yang akan dimulai pada bulan Februari mendatang.

“Pemerintah Provinsi NTT siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pemangku kepentingan luar negeri guna mempercepat realisasi penerbangan internasional,” komit Gubernur Melki.

Menurut Teguh Darmawan, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang, terminal internasional perlu dibongkar dan diperbaiki.

 

Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan fisik berskala besar. Ini termasuk pembongkaran instalasi lama, perbaikan pipa air dan sanitasi, pendinginan udara, dan perbaikan toilet yang rusak.

 

Tahap kedua adalah pembersihan menyeluruh, juga dikenal sebagai pembersihan umum. Ini dilakukan untuk memastikan terminal bebas dari debu dan sisa material konstruksi.

Pada tahap ketiga, peralatan keimigrasian, keamanan, kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya dipasang.

 

Teguh mengatakan, "Kami menargetkan pekerjaan fisik utama yang kasar dapat diselesaikan dalam satu minggu. Setelah itu, pembersihan menyeluruh dan pemasangan perangkat elektronik agar debu dan material bangunan tidak terganggu." (*)


 

Saturday, 10 January 2026

Tim Bakamla NTT Fasilitasi Pemulangan Nelayan dari Timor Leste

Espesial 

Dilipost.com - Pemulangan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera yang terdampar di perairan Timor Leste dibantu oleh Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang. Serah terima dilakukan pada hari Rabu, 7 Januari 2026, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., Kepala Stasiun Bakamla Kupang, secara resmi menerima keenam ABK dari KBRI Dili dengan menandatangani Berita Acara Serah Terima.

Kepala PLBN Motaain Atambua menghadiri acara tersebut, bersama dengan perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kabupaten TTS, TTU, Belu, dan Malaka, serta personel imigrasi dan lembaga terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Nugroho Yuwono Aribhino, Wakil Menteri KBRI Dili, menyatakan bahwa pada 3 Januari 2026, Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) mengirimkan laporan tentang enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap.

Saat perjalanan kembali melaut, para ABK diketahui mengalami kerusakan mesin kapal, yang menyebabkan mereka terombang-ambing di laut selama beberapa hari karena kekurangan logistik.

Setelah melihat anjungan migas Bayu Undan, para ABK memberikan sinyal darurat dan kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos berhasil dievakuasi. Kapal nelayan yang sempat ditarik kemudian tenggelam karena cuaca buruk.

Selanjutnya, keenam ABK dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI Dili. KBRI menawarkan segala kebutuhan dasar mereka, termasuk perawatan kesehatan, dan administrasi pemulangan.

Sebagaimana dilaporkan oleh Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, sejak 29 Desember 2025, Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera.

Sejak saat itu, ada kolaborasi ketat dengan Kantor SAR Kupang, pihak keluarga, dan instansi terkait. Sesuai arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah melalui Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, Bakamla RI segera memulai koordinasi berjenjang setelah mengetahui bahwa ABK ada di Timor Leste.

Saya berterima kasih karena keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke rumah. Mayor Yeanry menyatakan bahwa ini menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan.

Selain itu, Bakamla RI mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan bahwa kapal siap, memiliki semua dokumen yang diperlukan, dan memiliki alat navigasi dan komunikasi tersedia sebelum melaut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko dan mempercepat penanganan dalam keadaan darurat di laut.

Setelah proses serah terima di PLBN Motaain, keenam ABK dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah tersebut untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tenang, dan lancar.

Satu nahkoda dan lima ABK yang dipulangkan adalah Erfan Agus (Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali. ****


 

Monday, 15 December 2025

Dunia Terancam Malaria, Timor Leste Justru Dinyatakan Bebas



Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

 

Berita buruk datang dari sektor kesehatan global. Pada hari Kamis, 4 Desember 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa angka kematian akibat malaria telah meningkat lagi sepanjang tahun sebelumnya.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan peringatan keras tentang peningkatan jumlah kasus baru dan munculnya resistensi terhadap pendekatan pengobatan yang saat ini digunakan.

Menurut laporan terbaru, sekitar 282 juta kasus dan 610.000 kematian terjadi di seluruh dunia pada tahun 2024, sedikit lebih tinggi dari 12 bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa penyakit yang ditularkan nyamuk masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan berkelanjutan.

Kekhawatirannya diungkapkan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti yang dia katakan, kombinasi antara peningkatan jumlah kasus dan penurunan dana di seluruh dunia "mengancam untuk memutar balik kemajuan yang telah kita buat selama dua dekade terakhir."

Tetapi Tedros tetap optimis, bahwa, "Tidak satu pun dari tantangan ini yang tidak dapat diatasi." Dia menegaskan bahwa visi dunia bebas malaria masih dapat dicapai dengan kepemimpinan negara-negara yang paling terkena dampak dan investasi yang ditargetkan.

Afrika Masih Jadi Titik Panas Benua Afrika masih merupakan daerah yang paling terkena dampak. Data menunjukkan bahwa Afrika bertanggung jawab atas 94% dari kasus dan 95% dari kematian akibat malaria. Sangat menyedihkan bahwa sebagian besar korban (75 persen) adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, atau balita.

Lima negara—Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Mozambik, Nigeria, dan Uganda—menyumbang lebih dari separuh kasus global, menurut WHO.

Dalam situasi yang tidak menguntungkan, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa kemajuan terus terjadi. Sebanyak 24 negara telah memulai program imunisasi rutin sejak vaksin malaria pertama disetujui pada 2021.

Sekarang ada program kemoprevensi, penggunaan obat pencegah infeksi selama musim hujan, dan faktor risiko tinggi. Cakupannya meningkat pesat, menjangkau 54 juta anak pada tahun 2024, naik jauh lebih dari hanya 200.000 anak pada tahun sebelumnya.

Berita baik lainnya adalah bahwa WHO telah mengakui 47 negara dan satu wilayah sebagai "bebas malaria". Yang terbaru dari ini adalah Tanjung Verde dan Mesir pada tahun 2024; Georgia, Suriname, dan Timor Leste, yang merupakan tetangga Indonesia, pada tahun 2025.

Daniel Ngamije, Direktur Malaria dan Penyakit Tropis Terabaikan WHO, mengatakan bahwa "perang" melawan malaria telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim, konflik geopolitik, dan resistensi nyamuk terhadap insektisida dan obat-obatan adalah pemicu utamanya.

Menurut Gamije, keadaan menjadi lebih buruk karena kurangnya dana. Sekarang ada "risiko nyata berupa kebangkitan penyakit yang masif dan tak terkendali."

Target WHO untuk mengurangi angka kematian masih belum tercapai. Jumlah 610.000 kematian pada tahun 2024 setara dengan 13,8 kematian per 100.000 orang, tiga kali lebih tinggi dari target global sebesar 4,5 kematian per 100.000 orang.

Nah Itu Dia!!!

Teknologi

International

Entertainment


Opini

Lifestyle


Travel

Politik


Olahraga

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology