![]() | ||
| KBR Dili |
Dili DP - Pengadilan Timor Leste menghukum lima warga negara Indonesia atau WNI.
Lima WNI, pengemudi truk ekspor-impor dari Atambua, Kabupaten Belu NTT, ditahan di rumah dan dikenakan denda sebesar 250 dolar AS.
Kelima WNI itu diperiksa karena diduga menyelundupkan uang tunai dan BBM jenis solar dari Atambua, Indonesia, ke Timor Leste.
Menurut Nugroho Y. Aribhimo, Minister Counsellor Protokol dan Konsuler KBRI Dili, paspor lima WNI akan dikembalikan setelah perusahaan membayar denda yang dijatuhkan.
Meskipun mereka pada dasarnya bebas, perusahaan harus membayar denda. Kata Nugroho seperti dikutip dari POS-KUPANG.COM, bahwa para pengemudi juga harus mencatatkan identitas mereka di Atambua dan Timor Leste.
Lima anggota WNI sebelumnya ditangkap dan ditahan oleh PNTL (Kepolisian Nasional Timor Leste) pada 22 Oktober 2025.
Setelah menemukan uang tunai sebesar USD 113 ribu di salah satu truk yang tidak dilaporkan atau tidak dideklarasikan kepada otoritas setempat, petugas gabungan PNTL, Bea Cukai, dan PCIC menangkap orang.
Pemimpin perusahaan mengatakan bahwa uang itu sebenarnya digunakan untuk membayar transaksi ekspor-impor kopi dari petani kopi di Timor Leste.
Aparat juga menemukan sekitar 300 liter bahan bakar solar, yang akan digunakan sebagai cadangan untuk kendaraan perusahaan untuk beroperasi.
Nugroho menjelaskan, "Sebetulnya itu bukan untuk penyelundupan, melainkan untuk operasional perusahaan, tetapi memang ada kesalahan prosedur karena tidak dilaporkan sesuai ketentuan."
Menurutnya, kelima WNI tersebut dalam kondisi baik saat ditahan di PNTL Comoro.
“KBRI telah berkoordinasi langsung dengan pihak PNTL. Kami juga telah mendatangi mereka secara langsung. Mereka mengaku diperlakukan secara baik, diberi makan cukup, dan mendapatkan fasilitas istirahat yang layak,” katanya.
Selain itu, ia menyatakan bahwa kasus tersebut telah disidangkan di Pengadilan Dili pada Jumat sore, 24 Oktober 2025.
KBRI Dili mengikuti sidang bersama pimpinan perusahaan dari pukul 15.00 hingga 17.30 waktu setempat. Menurut Pedro Cameo, pengacara asal Timor Leste, para WNI juga didampingi saat keputusan lisan pengadilan dibacakan pada Sabtu, 25 Oktober 2022.
Sementara itu, putusan pengadilan dalam bentuk tertulis akan disampaikan pada Senin, 27 Oktober 2025.
Nugroho juga mengingatkan agar bisnis dan pengemudi Indonesia yang bekerja di luar negeri selalu mematuhi hukum negara setempat.
“Semua orang yang membawa lebih dari 10 ribu dolar harus melalui prosedur resmi. Jumlah yang diizinkan untuk bahan bakar juga memiliki batasan. Karena itu, kami berharap semua orang mengikuti peraturan yang berlaku di Timor Leste,” tutupnya.
Pengawasan lintas perbatasan
Menurut Fauzan, PhD, Pemerhati Perbatasan dari UPN Veteran Yogyakarta, kejadian itu terjadi karena ada masalah di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan wilayah jalur ilegal lainnya.
Dia berharap ada pemeriksaan tambahan, khususnya pada rute yang dilalui barang ilegal itu.
Jika barang itu melewati PLBN, itu bisa karena ketidaktelitian petugas PLBN.
"Apakah pengecekan secara langsung atau scammer, ataupun surat-suratnya, apakah sesuai dalam list nya. Kalau sampai lolos, diluar pengecekan berarti ada problem. Apakah petugas tidak teliti, tidak mengikuti prosedur, tidak detail," ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Dia juga menyatakan bahwa faktor-faktor lain menyebabkan barang keluar dari PLBN tanpa prosedur yang ketat. Dia percaya bahwa petugas nakal masih ada.
Selain itu, kasus seperti NTT dan Timor Leste lebih menarik karena petugas terbawa oleh nilai dolar yang tinggi.
Dia juga menyatakan bahwa faktor-faktor lain menyebabkan barang keluar dari PLBN tanpa prosedur yang ketat. Dia percaya bahwa petugas nakal masih ada.
Selain itu, kasus seperti NTT dan Timor Leste lebih menarik karena petugas terbawa oleh nilai dolar yang tinggi.
"BBM jelas, harga pertalite disni Rp 10 ribu, disana 1,9 dollar. Tinggi sekali. Maka tinggi sekali kasus itu," katanya.
Fauzan menyatakan bahwa penyeludupan barang dari Indonesia ke luar negeri tidak hanya terjadi di NTT ke Timor Leste, tetapi juga di perbatasan lain, seperti di Kalimantan dan Papua.
Bahkan, penyeludupan ini termasuk petugas PLBN dan terkadang juga aparat keamanan.
Fauzan menyayangkan jika penyeludupan BBM 500 liter dari Indonesia ke Timor Leste terjadi melalui jalur resmi.
Kadang-kadang terjadi konflik antara petugas, masyarakat, dan pengusaha nakal. Meskipun dia mengakui jangkauan petugas yang terbatas karena wilayah yang luas, Fauzan mendorong pengetatan kawasan perbatasan.
Ada saat-saat ketika permainan terjadi di lapangan. Salam tempel, atau rutin, menunjukkan upeti untuk memungkinkan aktivitas ilegal itu dilakukan. Menurutnya, masalahnya adalah perbatasan tidak dipagari.
Dia menekankan pentingnya komitmen petugas keamanan dan pemerintah. Kegiatan ilegal di luar batas hanya dapat dikurangi dengan cara ini.
Fauzan menyatakan bahwa petugas harus tahu tentang penyeludupan BBM 500 liter dari Indonesia. Barang itu dapat dilihat secara fisik. Dia menganggapnya aneh, terutama karena barang itu tidak sesuai dengan prosedur resmi.
BBM jelas terlihat. Apakah pertanyaan form ekspor tidak sesuai dengan isi atau dikirim? Petugas seharusnya mengecek langsung begitu. Dia menyatakan bahwa kesalahan ini harus dievaluasi secara menyeluruh.
Dia menyatakan bahwa personel di PLBN atau di lapangan kadang-kadang harus berhadapan dengan kekuatan lain. Ada kemungkinan bahwa ada tekanan dari pihak lain yang memaksa agar produk dilepas.
“Kadang-kadang, petugas berhadapan dengan kekuatan lain. Terkadang meminta. di tempat seperti itu Lapangan sulit dihindari, tetapi juga ada aparat lain yang memaksa keluar. "Faktor X", ujarnya.
Fauzan sebenarnya menilai bahwa standar SDM dan pengecekan sudah cukup, tetapi itu bertentangan dengan kondisi lapangan, di mana sering terjadi konflik antar petugas.
Dia berpendapat bahwa pembangunan pagar perbatasan di Indonesia cukup mahal, terutama karena wilayah perbatasan memiliki topografi yang berbeda. Di sisi lain, ikatan budaya yang kuat antara masyarakat perbatasan sangat dilematis.
Dia menambahkan, "Tapi ini juga kadang-kadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Apalagi Dollar itu kan sangat menggiurkan."
Dia meminta Garda Batas yang terdiri dari anggota masyarakat, pemuda, dan petugas lainnya untuk diaktifkan. Harus ada ruang untuk lembaga ini untuk membantu menjaga wilayah perbatasan.
Fauzan menyatakan bahwa Garda Batas memainkan peran penting dalam penyebaran informasi. Mengisi kelonggaran area perbatasan yang cukup besar, terutama di perbatasan NTT dan Timor Leste. (*)



FOLLOW THE dilipost.com AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow dilipost.com on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram