Ekonomi
ADVERTISEMENT

Saturday, 9 May 2026

Wagub Asadoma meminta Oknum Debt Collector yang menahan mobil pelat di Timor Leste ditangkap


Wagub NTT Johni Asadoma saat bertemu dengan Delegasi dari Timor Leste di Kantor Gubernur NTT. /Humas Pemprov NTT

Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang meminta Kepolisian Daerah NTT untuk menangkap individu atau Dept Collector yang diduga menahan mobil Timor Leste saat memasuki wilayah provinsi tersebut.

 

Di Kupang, Jumat, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan bahwa delegasi Timor Leste telah melaporkan kepadanya tentang kemungkinan praktik yang dapat mengganggu hubungan antara Indonesia dan Timor Leste, terutama NTT dan Timor Leste.

 

“Saya mendapat laporan terkait hal itu dalam pertemuan dengan delegasi RDTL terkait kerja sama NTT-Timor Leste di sektor pariwisata, perdagangan, industri, pertanian, dan peternakan,” katanya.

 

Sebuah laporan menyatakan bahwa debt collector yang tidak bertanggung jawab secara ilegal membuntuti dan menahan mobil Timor Leste dengan pelat nomor negara tersebut saat berada di wilayah NTT.

 

Diduga, kendaraan itu ditahan untuk meminta uang dari pengunjung Timor Leste.

Johni mengatakan bahwa kondisi ini meresahkan dan berpotensi mengganggu hubungan baik yang selama ini terjalin antara masyarakat NTT dan Timor Leste, yang selama ini terjalin melalui kerja sama lintas batas dan hubungan sosial ekonomi di kedua wilayah tersebut.

 

Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak masuk akal karena dapat mempengaruhi citra daerah dan menghalangi kerja sama NTT dan Timor Leste, terutama dalam bidang pariwisata dan perdagangan.

 

"Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh tamu maupun investor yang datang ke daerah," katanya.

Pemprov NTT akan melaporkan masalah tersebut kepada Polda NTT untuk penanganan dan Tindakan sesuai  hukum yang berlaku.

 

Selain itu, pemerintah Provinsi NTT mengimbau semua pihak untuk menjaga ketertiban dan mendukung hubungan kerja sama yang harmonis antara NTT dan Timor Leste. (*/rdp)

Wednesday, 15 April 2026

Operasi Yonarmed 12 Kostrad Amankan 47 Sak Beras Ilegal dari Timor Leste

 

Atambua, dilipost.com – Upaya penyelundupan 47 karung beras merek Columbia dari Timor Leste melalui jalur tidak resmi di wilayah perbatasan telah digagalkan oleh Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad. Tempat kejadian adalah di sekitar Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, di bawah pengawasan Pos Turiscain Kompi II Satgas.

Menurut Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, keberhasilan tersebut menunjukkan kewaspadaan prajurit dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah perbatasan negara.

Dansatgas menjelaskan bahwa, menurut krinologi, kegagalan tersebut berhasil dilakukan karena personel jaga mencurigai ada kendaraan yang bergerak dari Timor Leste menuju jalur ilegal. Danpos Turiscain segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan anggota Tim Satgas Intel Kodam IX/Udayana untuk melakukan inspeksi di lokasi.

 Petugas menemukan sejumlah pelaku tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia ketika mereka tiba di sekitar Sungai Malibaka. Para pelaku langsung melarikan diri saat menyadari kehadiran polisi dan meninggalkan barang bukti di lokasi.

Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad berhasil mendapatkan 47 karung beras berukuran 20 kg. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Atafufu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ada kemungkinan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebiasaan penyelundupan lintas batas yang memanfaatkan jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan dari aparat. 

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan dan patroli yang lebih intensif di wilayah perbatasan untuk mencegah segala bentuk tindakan ilegal.

Selain itu, ia mengimbau orang untuk menghindari tindakan ilegal, terutama penyelundupan barang melalui jalur tidak resmi.

Dia tegas mengatakan, "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri."

Tuesday, 14 April 2026

Pemkab Malang Memperluas Kerja Sama dengan Incanto Group dari Timor Leste dalam Sektor Peternakan

(Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)


Malang, dilipost.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperluas jejaring kerja sama dengan dunia internasional yakni Incanto Group dari Timor Leste di sektor peternakan, serta beberapa rencana kerja sama strategis yang pastinya berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malag.

Delegasi dari Incanto Group Timor Leste di antaranya Kepala Kabinet Kantor Wakil Perdana Menteri Leo da Costa Oliveira, Direktur Jenderal Pembangunan Pedesaan Filipe Cardoso Vieira, Direktur Nasional Inovasi dan Penguatan Kapasitas Pedesaan Manuel Maria do Santos, Direktur Nasional Infrastruktur Pedesaan Carascalão da Conceição, serta Penasihat Kerja Sama Internasional Geovania Garret Mozinho Freitas diterima langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar beserta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang.

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, kunjungan yang dilakukan oleh delegasi dari Incanto Group Timor Leste tersebut dalam rangka membahas perkembangan sektor peternakan sekaligus menjajaki peluang kerja sama strategis antara kedua pihak, khususnya dalam penguatan produksi, peningkatan kualitas, hingga potensi ekspor komoditas peternakan dari Kabupaten Malang ke Timor Leste.

"Pertemuan bersama Incanto Group fokus pada peningkatan kualitas produksi, transfer teknologi dan perluasan pasar ekspor komoditas peternakan," ujar Sanusi, Selasa (14/4/2026).

Sanusi mengatakan, Kabupaten Malang merupakan wilayah terluas kedua di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Selain itu, Kabupaten Malang juga memiliki potensi yang besar di berbagai sektor, khususnya di sektor peternakan. Mulai dari aspek sumber daya alam, sumber daya manusia serta peningkatan kapasitas produksi.

"Pemerintah Kabupaten Malang sangat terbuka terhadap peluang kerja sama dengan pihak luar negeri, ungkap Sanusi, (14/4/2026).

Lebih lanjut, Sanusi menegaskan bahwa kerja sama dengan Incanto Group Timor Leste ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap, melalui pertemuan ini dapat terjalin kolaborasi yang saling menguntungkan, terutama dalam peningkatan kualitas produksi, transfer teknologi, serta perluasan akses pasar bagi para peternak," tutur Sanusi.

 Sementara itu, Kepala Kabinet Kantor Wakil Perdana Menteri Timor Leste Leo da Costa Oliveira menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Malang, khususnya Bupati Malang HM. Sanusi yang telah bersedia menyambut delegasi dari Incanto Group Timor Leste di Kabupaten Malang.

 Menurutnya, Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki potensi di sektor peternakan dan sangat menjanjikan untuk dikerjasamakan dan dikembangkan dalam skala internasional.

"Kami melihat adanya peluang besar untuk bekerja sama, terutama dalam pengembangan peternakan berkelanjutan dan pemenuhan kebutuhan pasar di Timor Leste. Kami berharap kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret," tandas Leo.

Sebagai informasi, pertemuan antara Pemkab Malang dengan delegasi Incanto Group Timor Leste menjadi langkah awal untuk membangun sinergitas yang kuat untuk membuka peluang investasi baru serta memperkuat jalinan kerja sama internasional di sektor peternakan.

Pemkab Malang Memperluas Kerja Sama dengan Incanto Group dari Timor Leste dalam Sektor Peternakan. (red/dp)

Friday, 23 January 2026

Bandara El Tari Siap Dibuka Rute Penerbangan dari Timor Leste, Australia, dan Malaysia

 

Kupang -  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana untuk membuka rute internasional penting ke Darwin (Australia), Malaysia, dan Timor Leste. Negara-negara ini dianggap memiliki potensi pasar yang besar dan kebutuhan mobilitas yang tinggi, termasuk bagi pekerja migran dari NTT.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Melki saat menghadiri Rapat Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang di Ruang Rapat Bolelebo di Bandara El Tari, Kupang pada Senin, 19 Januari 2026.

Gubernur Melki menyatakan bahwa pembukaan jalur internasional akan membantu pembentukan jalur resmi pekerja migran, meningkatkan pengawasan pemerintah, dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.

Gubernur menyatakan bahwa reaktivasi Bandara El Tari merupakan bagian dari rencana besar untuk menjadikan Kupang sebagai simpul transportasi udara dan laut di kawasan Timur Indonesia.

Gubernur menyatakan bahwa pemerintah Provinsi NTT berharap semua persiapan teknis dan administratif selesai pada akhir Januari 2026. Dia menambahkan, "Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penerbangan internasional, penguatan layanan pekerja migran, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas NTT."

Gubernur Melki juga meminta operator kargo dan maskapai penerbangan untuk memulai penerbangan internasional perdana segera setelah bandara resmi dibuka, sehingga tidak ada jeda operasional yang terlalu lama.

“Reaktivasi Bandara El Tari sebagai bandara internasional merupakan agenda strategis Pemerintah Provinsi NTT yang harus dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektor," kata Gubernur Melki.

“Pada intinya kita harus bergerak bersama untuk memastikan penerbangan internasional ini bisa segera beroperasi dalam waktu dekat," imbuhnya.

Gubernur berharap semua orang melakukan apa yang mereka harus lakukan sesuai kapasitas mereka dan bergerak maju menuju tujuan penerbangan internasional yang akan dimulai pada bulan Februari mendatang.

“Pemerintah Provinsi NTT siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pemangku kepentingan luar negeri guna mempercepat realisasi penerbangan internasional,” komit Gubernur Melki.

Menurut Teguh Darmawan, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang, terminal internasional perlu dibongkar dan diperbaiki.

 

Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan fisik berskala besar. Ini termasuk pembongkaran instalasi lama, perbaikan pipa air dan sanitasi, pendinginan udara, dan perbaikan toilet yang rusak.

 

Tahap kedua adalah pembersihan menyeluruh, juga dikenal sebagai pembersihan umum. Ini dilakukan untuk memastikan terminal bebas dari debu dan sisa material konstruksi.

Pada tahap ketiga, peralatan keimigrasian, keamanan, kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya dipasang.

 

Teguh mengatakan, "Kami menargetkan pekerjaan fisik utama yang kasar dapat diselesaikan dalam satu minggu. Setelah itu, pembersihan menyeluruh dan pemasangan perangkat elektronik agar debu dan material bangunan tidak terganggu." (*)


 

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology