Teknologi
ADVERTISEMENT

Monday, 8 December 2025

Banyaknya Hoaks dan Manipulasi Pendapat di zaman Digital

 

DILIIPOST.COM - Hoaks dan disinformasi menjadi masalah besar dalam komunikasi massa di era digital saat ini. Perkembangan media sosial dan teknologi informasi telah mengubah cara orang mengakses dan menyebarkan informasi.

Sekarang, setiap orang dapat menjadi produsen sekaligus distributor informasi tanpa batasan. Ini berbeda dengan zaman di mana media utama mengontrol arus informasi melalui sistem verifikasi yang ketat.

Memang, keadaan ini memungkinkan demokratisasi informasi, tetapi juga meningkatkan potensi penyebaran berita palsu.

Opini publik mencerminkan pandangan umum masyarakat tentang suatu masalah, sehingga sangat penting untuk komunikasi massa.

Menurut McQuail (2010), proses komunikasi sosial, di mana orang saling bertukar informasi dan mencapai kesepakatan, menentukan opini publik.

Namun, karena informasi yang beredar tidak selalu akurat dan dapat diubah, opini publik lebih mudah dipengaruhi di media digital yang terbuka.

Informasi palsu memiliki efek besar pada kehidupan sosial. Penyebaran informasi palsu dapat menyebabkan polarisasi, stereotip yang tidak positif, konflik, dan penurunan toleransi sosial (Subarjo & Setianingsih, 2020).

Selain itu, hoaks juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi seperti pemerintah, yang pada gilirannya dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik.

Salah satu contoh nyata adalah kepanikan besar yang disebabkan oleh informasi yang salah tentang kelangkaan bahan pangan selama pandemi COVID-19.

Manipulasi opini publik yang terorganisir lebih dari sekedar hoaks yang muncul secara spontan. Nainggolan (2021) menjelaskan bahwa buzzer politik adalah orang yang dibayar untuk membuat topik populer dan menyebarluaskan disinformasi di media sosial.

Salah satu tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menciptakan keyakinan palsu, yaitu keyakinan bahwa mayoritas orang mendukung suatu perspektif. Akibatnya, perbedaan antara opini publik yang sebenarnya dan propaganda menjadi tidak jelas.

Ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada penyebaran hoaks dan manipulasi opini.

Pertama, kecenderungan seseorang untuk mempercayai informasi yang sejalan dengan keyakinannya

Kedua, penerimaan pesan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan terhadap sumber informasi.

Ketiga, konten viral seringkali benar karena tampaknya sudah "terverifikasi secara sosial".

Keempat, kurangnya literasi media menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan menentukan apakah informasi itu benar atau palsu (Iswara, 2023).

Salah satu langkah penting untuk mengatasi masalah ini adalah meningkatkan literasi digital dan literasi informasi. Masyarakat harus dilatih untuk berpikir kritis, memilah sumber, dan memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan.

 Sebaliknya, media arus utama dan platform digital harus memperkuat sistem verifikasi dan pengawasan konten. Regulasi tegas juga harus diterapkan untuk praktik manipulasi digital, termasuk buzzer berbayar.


Thursday, 4 December 2025

Gelar Telkomcel Connect, Merayakan 13 Tahun Berkolaborasi di Timor Leste

 

Rayakan 13 tahun di timor Leste, telkomcel gelar Telkomcel Connect

Dilipost,com – Sebagai bagian dari Telin, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Telkomcel, penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Timor-Leste, dengan bangga menghadirkan Telkomcel Connect, sebuah festival selama satu hari yang akan menyatukan orang-orang melalui berbagai acara, termasuk wacana tentang kesehatan, hiburan, dan inovasi. Acara ini diadakan untuk merayakan 13 tahun kehadiran Telkomcel di Timor-Leste dan menunjukkan komitmen terus Telkomcel untuk menghubungkan orang-orang dan memberikan layanan terbaik kepada orang-orang di seluruh negeri.

Dimulai dengan acara Walk to Connect, yang merupakan perjalanan fun walk dari Timor Plaza ke Porto Dili dengan pemandangan indah. Selain itu, para peserta diajak untuk mengikuti berbagai aktivitas, seperti Zumba, dan lainnya yang bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan berkumpul bersama.

Telkomcel Connect juga mengadakan A Healthy Lifestyle Talkshow untuk menginspirasi masyarakat. Acara ini mengundang pakar seperti Dra. Isabel de Jesus Amaral dan Bambang Hermanto, pendiri Hygio Technology. Para ahli berbicara tentang berbagai topik, seperti nutrisi, kebugaran, dan kesehatan mental, di acara tersebut, yang mendorong keluarga untuk menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat dan membangun hubungan keluarga yang lebih kuat.

Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan Festival Musik Timor-Leste. Festival ini menampilkan musisi terkemuka dari Timor-Leste, seperti Mario G. Klau, yang terkenal dengan lagu "Semata Karenamu", Fresly Nikijulu, yang menampilkan lagu-lagu yang mendalam seperti "Tamang Pung Kisah," dan Crimson, yang sedang menjadi bintang tamu dengan lagu-lagu viral seperti "Pluviophile" dan "Hau No Ita. Festival yang hampir berlangsung semalam ini menunjukkan kehadiran Telkomcel dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, pada kesempatan istimewa ini, Telkomcel secara resmi meluncurkan Familink, layanan mobile household broadband Enterprise pertama yang menawarkan konektivitas yang cepat dan andal untuk berbagai aktivitas, seperti bekerja, belajar, dan hiburan di rumah. Hadirnya Familink akan mendukung misi Telkomcel untuk memberdayakan keluarga di seluruh Timor-Leste melalui peningkatan akses digital.

"Telkomcel Connect adalah cara kami menunjukkan rasa terima kasih kami kepada masyarakat Timor-Leste. Kami bangga dapat berkembang dan bergerak bersama komunitas yang luar biasa ini selama tiga belas tahun. Melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada kesehatan, musik, dan inovasi, perayaan ini menunjukkan semangat konektivitas yang membentuk identitas Telkomcel. Telkomcel kembali menegaskan komitmennya untuk memberdayakan keluarga dengan konektivitas yang lebih cepat dan andal dengan meluncurkan Familink, layanan Enterprise mobile household broadband pertama kami. Layanan ini mendukung berbagai aktivitas, seperti bekerja, belajar, dan hiburan yang dapat diakses dari rumah. Menurut Ardiyanto Priyo, CEO Telkomcel, "Bersama-sama kita membangun Timor-Leste yang lebih terhubung, lebih sehat, dan lebih bersemangat."

Dimulai dengan "Morning Healthy", acara ini menghadirkan satu hari penuh keterlibatan masyarakat. Ini mencakup talkshow Gaya Hidup Sehat, Fun Walk, Zumba, dan kompetisi menari, semua untuk mendorong pola hidup sehat dan kebersamaan di masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Telkomcel untuk meningkatkan kualitas hidup. Kemudian, festival dilanjutkan dengan acara "Family Time", di mana pengunjung dapat menikmati festival kuliner dan kemudahan transaksi non-tunai melalui TPay. Selain itu, peluncuran Familink menunjukkan peran teknologi dalam membantu kehidupan modern keluarga dan memberikan konektivitas tanpa hambatan di rumah. Puncaknya adalah segmen "Entertainment Kreatif", yang menampilkan musik dan tarian dari pagi hingga malam. Berbagai bakat kreatif dari berbagai wilayah Timor-Leste juga tampil.

Festival Telkomcel Connect menandai tiga belas tahun Telkomcel menawarkan dukungan, komunikasi, dan inovasi kepada komunitas Timor-Leste. Selain itu, Telkomcel telah menjadi bukti perjalanan sebagai perayaan yang menggabungkan kesehatan, kehidupan, budaya, dan kebersamaan dalam satu pengalaman yang abadi.

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology